Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Friday, 27 July 2018

Peran Komunikasi dalam Budaya Organisasi



Dalam kajian komunikasi organisasi, posisi komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam budaya organisasi. Hal ini dapat dilihat secara berlainan bergantung pada bagaimana budaya dikonsepsikan. Apabila budaya organisasi dianggap sebagai sebuah himpunan benda-benda secara simbolik yang dikomunikasikan kepada masing-masing anggota organisasi untuk mengontrol organisasi, maka dalam konteks ini komunikasi dapat dimaknai sebagai suatu sarana yang memungkinkan perolehan hasilnya. Selanjutnya, jika budaya organisasi tersebut ditafsirkan sebagai hasil pembentukan pemahaman, maka proses komunikasi itu sendiri akan menjadi pusat perhatian utama karena proses inilah yang merupakan pembentukan makna tersebut. Kedua pendapat ini sangat memberi kontribusi dalam kajian komuniksi organisasi, akan tetapi kita akan menekankan implikasi-implikasi pandangan subjektif karena hal ini memberi dimensi berbeda terhadap penelitian tradisional.

Dari sudut pandang budaya, penelitian komunikasi organisasi tidak hanya mencakup tentang aspek penelaahan proses pertukaran secara resmi terhadap pegawai, antara orang-orang pilihan yang mempunyai status dalam organisasi. Perbincangan sehari-hari merupakan proses pengungkapan pemahaman organisasi serta jaringan-jaringan makna secara bersamaan yang dimungkinkan ada dalam budaya organisasi. Perilaku sebagaimana adanya yang memungkinkan adanya rutinitas dan pengorganisasian melekat dalam komunikasi.

Cara pesan diinterpretasikan bergantung pada konteks yang dibangun secara simbolik dan dalam konteks inilah pesan ini muncul. Dapat diaumsikan bahwa reaksi atas pesan-pesan tersebut tidak akan efesien jika tidak adanya pemahaman mengenai konteks organisasi. Orang tidak bisa peka pada budaya yang berbeda tanpa peka pada bahasanya. Hal yang sama berlaku pula bagi budaya organisasi. Kita harus mampu mengetahui dan menafsirkan bahasa yang digunakan dalam suatu organisasi.

Mereka yang terlibat dalam perubahan organisasi pasti harus mengenali dan berurusan dengan budaya organisasi. Dari perspektif pemahaman, ini berarti mengetahui bagaimana sebuah organisasi berkomunikasi. Mengetahui budaya organisasi berarti mengerti terhadap apa yang mungkin diperoleh dari budaya tersebut bagi para anggotanya.

Jika melihat budaya organisasi dari sudut pandang tradisional, maka suatu organisasi tertentu dimungkinkan akan terlihat tidak rasional dan tidak terorganisir, tetapi organisasi ini mungkin telah membentuk sebuah budaya yang bermanfaat bagi organisasinya. Bahkan komunikasi yang dilakukan tidak secara sistematis, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai budaya, maka tidak akan bisa menjalankan fungsi-fungsi terpenting bagi para anggota sebuah organisasi.

Sumber Referensi : R. Wayne Pace & Don F. Faules, Komunikasi Organisasi. Editor: Deddy Mulyana, 2013.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers