Dalam kajian
komunikasi organisasi, posisi komunikasi memiliki peran yang sangat penting
dalam budaya organisasi. Hal ini dapat dilihat secara berlainan bergantung pada
bagaimana budaya dikonsepsikan. Apabila budaya organisasi dianggap sebagai sebuah himpunan benda-benda secara
simbolik yang dikomunikasikan kepada masing-masing
anggota
organisasi untuk mengontrol
organisasi, maka dalam konteks ini komunikasi
dapat dimaknai sebagai suatu sarana yang memungkinkan
perolehan hasilnya. Selanjutnya, jika
budaya organisasi tersebut
ditafsirkan sebagai hasil pembentukan
pemahaman, maka proses
komunikasi itu sendiri akan menjadi
pusat perhatian utama karena proses inilah yang merupakan pembentukan makna
tersebut. Kedua pendapat ini sangat memberi kontribusi dalam kajian komuniksi
organisasi, akan tetapi kita akan menekankan implikasi-implikasi pandangan subjektif
karena hal ini memberi dimensi berbeda terhadap penelitian tradisional.
Dari
sudut pandang budaya, penelitian komunikasi organisasi tidak hanya mencakup tentang aspek penelaahan proses pertukaran secara resmi terhadap pegawai, antara orang-orang pilihan yang mempunyai status dalam organisasi.
Perbincangan sehari-hari merupakan proses pengungkapan
pemahaman organisasi serta
jaringan-jaringan makna secara bersamaan yang dimungkinkan ada dalam budaya organisasi.
Perilaku sebagaimana adanya yang memungkinkan adanya rutinitas dan
pengorganisasian melekat dalam komunikasi.
Cara pesan
diinterpretasikan bergantung pada konteks yang dibangun secara simbolik dan
dalam konteks inilah pesan ini muncul. Dapat
diaumsikan bahwa reaksi atas pesan-pesan tersebut tidak akan efesien jika tidak adanya pemahaman mengenai konteks
organisasi. Orang tidak bisa peka pada budaya yang berbeda tanpa peka pada
bahasanya. Hal yang sama berlaku pula bagi budaya organisasi. Kita harus mampu mengetahui dan menafsirkan bahasa yang digunakan dalam suatu
organisasi.
Mereka yang terlibat
dalam perubahan organisasi pasti harus mengenali dan berurusan dengan budaya organisasi.
Dari perspektif pemahaman, ini berarti mengetahui bagaimana sebuah organisasi
berkomunikasi. Mengetahui budaya organisasi berarti mengerti terhadap apa yang
mungkin diperoleh dari budaya tersebut bagi para anggotanya.
Jika
melihat budaya organisasi dari sudut pandang tradisional, maka suatu organisasi tertentu dimungkinkan akan terlihat tidak rasional dan tidak
terorganisir,
tetapi organisasi ini mungkin telah membentuk sebuah budaya yang bermanfaat bagi organisasinya.
Bahkan komunikasi yang dilakukan tidak secara sistematis, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai budaya, maka tidak akan bisa
menjalankan fungsi-fungsi terpenting
bagi para anggota sebuah organisasi.
Sumber Referensi : R.
Wayne Pace & Don F. Faules, Komunikasi Organisasi. Editor: Deddy Mulyana,
2013.
0 comments:
Post a Comment