Dalam kajian ilmu
komunikasi, salah satu saluran yang sering digunakan dalam berinteraksi adalah
saluran antarpribadi. Untuk memahami hal tersebut, maka dibutuhkan pemahaman
terhadap konsep Homofili dan heterofili, serta Empati.
Homofili dan heterofili. Salah
satu syarat yang paling penting dalam komunikasi adalah bagaimana pengalihan
informasi sering terjadi antara pengirim pesan dengan penerima pesan yang
memiliki persamaan-persamaan tertentu. Homofili merupakan istilah yang digunakan
untuk menggambarkan tingkat dimana pihak yang melakukan hubungan atau interaksi
memiliki kesamaan dalam berberapa hal, seperti pendidikan, kepercayaan,
nilai-nilai, maupun status social.
Sedangkan heterofili
merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat dimana individu
yang berinteraksi sangat berbeda dalam berbagai hal. Dalam situasi ketika
seseorang harus berinteraksi dengan semua golongandalam masyarakat yang
berbeda-beda, maka timbul kecenderungan dalam dirinya untuk memilih orang yang
memiliki banyak kesamaan dengannya.
Timbulnya homofili ini
disebabkan oleh adanya kecenderungan fisik maupun social dikalangan masyarakat
atau individu untuk mencari rekan yang memiliki minat yang sama, profesi yang
sama dan sebagainya. Komunikasi yang efektif akan lebih mudah tercapai jika
antara pengirim pesan maupun penerima pesan sama-sama homofoli. Oleh karena
itu, harmoni akan lebih mudah ditumbuhkan dan dibina dalam masyarakat yang
homofilis. Interaksi yang terjalin antara kelompok-kelompok social yang
heterofilis menuntut lebih banyak usaha agar komunikasi dapat berjalan secara
efektif. Interaksi seperti ini akan menumbuhkan ketidakserasian, karena
penerima pesan dihadapkan pada informasi yang bertentangan dengan keyakinannya,
sehingga terjadi situasi psikologis yang sangat tidak menyenangkan.
Empati, seringkali
terjadi dalam proses komunikasi yang heteroilis tidak efektif, akan tetapi pada
kasus tertentu kita melihat bahwa beberapa penyuluh pembangunan dapat
berkomunikasi secara efektif. Hal ini disebabkan karena kemampuan empati yang
dimiliki oleh setiap orang untuk menempatkan dirinya dalam peranan orang lain. Apabila
kemampuan empati dimiliki oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proses
komunikasi, sekalipun mereka beraa dalam situasi heterofilis, Maka komunikasi
yang efektif pasti akan tercapai. Apabila sumber informasi memiliki empati yang
tinggi dan berhadapan dengan audiens yang heterofilis, maka sumber informasi
dan audiens berada dalam situasi homofilis berdasarkan pengertian
sosiopsikologis.
Pada dasarnya komunikasi
heterofilis kurang efektif disbanding dengan komunikasi homofilis, kecuali
kalau sumber informasi memiliki tingkat empati yang tinggi sehingga dapat
berkomunikasi dengnan audiens.
Referensi, Eduard Depari
& Colin MacAndrews, 2006. Peranan Komunikasi Massa dalam Pembangunan
0 comments:
Post a Comment