Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Friday, 27 July 2018

Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Antarpribadi



Dalam kajian ilmu komunikasi, salah satu saluran yang sering digunakan dalam berinteraksi adalah saluran antarpribadi. Untuk memahami hal tersebut, maka dibutuhkan pemahaman terhadap konsep Homofili dan heterofili, serta Empati.

Homofili dan heterofili.  Salah satu syarat yang paling penting dalam komunikasi adalah bagaimana pengalihan informasi sering terjadi antara pengirim pesan dengan penerima pesan yang memiliki persamaan-persamaan tertentu. Homofili merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat dimana pihak yang melakukan hubungan atau interaksi memiliki kesamaan dalam berberapa hal, seperti pendidikan, kepercayaan, nilai-nilai, maupun status social.

Sedangkan heterofili merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat dimana individu yang berinteraksi sangat berbeda dalam berbagai hal. Dalam situasi ketika seseorang harus berinteraksi dengan semua golongandalam masyarakat yang berbeda-beda, maka timbul kecenderungan dalam dirinya untuk memilih orang yang memiliki banyak kesamaan dengannya.

Timbulnya homofili ini disebabkan oleh adanya kecenderungan fisik maupun social dikalangan masyarakat atau individu untuk mencari rekan yang memiliki minat yang sama, profesi yang sama dan sebagainya. Komunikasi yang efektif akan lebih mudah tercapai jika antara pengirim pesan maupun penerima pesan sama-sama homofoli. Oleh karena itu, harmoni akan lebih mudah ditumbuhkan dan dibina dalam masyarakat yang homofilis. Interaksi yang terjalin antara kelompok-kelompok social yang heterofilis menuntut lebih banyak usaha agar komunikasi dapat berjalan secara efektif. Interaksi seperti ini akan menumbuhkan ketidakserasian, karena penerima pesan dihadapkan pada informasi yang bertentangan dengan keyakinannya, sehingga terjadi situasi psikologis yang sangat tidak menyenangkan.

Empati, seringkali terjadi dalam proses komunikasi yang heteroilis tidak efektif, akan tetapi pada kasus tertentu kita melihat bahwa beberapa penyuluh pembangunan dapat berkomunikasi secara efektif. Hal ini disebabkan karena kemampuan empati yang dimiliki oleh setiap orang untuk menempatkan dirinya dalam peranan orang lain. Apabila kemampuan empati dimiliki oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi, sekalipun mereka beraa dalam situasi heterofilis, Maka komunikasi yang efektif pasti akan tercapai. Apabila sumber informasi memiliki empati yang tinggi dan berhadapan dengan audiens yang heterofilis, maka sumber informasi dan audiens berada dalam situasi homofilis berdasarkan pengertian sosiopsikologis.

Pada dasarnya komunikasi heterofilis kurang efektif disbanding dengan komunikasi homofilis, kecuali kalau sumber informasi memiliki tingkat empati yang tinggi sehingga dapat berkomunikasi dengnan audiens.

Referensi, Eduard Depari & Colin MacAndrews, 2006. Peranan Komunikasi Massa dalam Pembangunan

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers