Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Thursday, 19 July 2018

Penyebarluasan Media dalam Perencanaan Komunikasi


Penyebarluasan media komunikasi sangat menentukan keberhasilan suatu program, karena jika tidak, selain akan membuang waktu dan tenaga jupa dapat menjadi pemborosan dari aspek finansial. Penyebaran media pada prinsipnya berbeda antara satu dengan yang lainnya, tergantung dari sifat, karakteristik dan jangkauan media itu sendiri. Tentunya, penyebaran media cetak berbeda dengan media elektronik. Begitupula media elektronik penyebarannya berbeda dengan media luar ruang dan media format kecil.
Untuk distribusi media cetak, selain surat kabar yang telah memiliki agen dan distributor, penerbitan khusus seperti tabloid, majalah, dan buku dapat disalurkan melalui toko-toko buku atau kios-kios penjual surat kabar atau majalah.
Berbeda dengan media televisi, perencana komunikasi harus mengetahui prime time dan kemampuan jangkauan siaran ke wilayah mana saja yang bisa terjangkau untuk menerima siarannya. Sebab tidak semua stasiun televisi di jakarta dapat diterima di daerah. Seorang perencana komunikasi sedapat mungkin bisa memanfaatkan peluang untuk mengisi ruang-ruang publik yang tersedia di media elektronik.
Untuk media luar ruang, seperti spanduk, baliho, reklame dan sebagaianya penempatan harus pada lokasi yang bisa menarik perhatian orang yang melintas. Persoalan yang bisa muncul takni adanya aturan dari Dinas Kebersihan dan Tata Kota agar penempatan media luar ruang sedapat mungkin tidak mengurangi keindahan kota.
Mengenai distribusi media format kecil seperti stiker, tanda gambar, buletin, kalender kantong dan pin diperlukan orang terlatih. Untuk itu tenaga-tenaga distribusi media tidak boleh dilepaskan begitu saja, tetapi perlu diberi arahan atau pelatihan.

Referensi :
Cangara, H. Hafied. 2014. Perencanaan dan Strategi Komunikasi (Edisi Revisi). PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers