Suatu proses komunikasi yang
dilaksanakan tidak luput dari berbagai rintangan dan hambatan,. Oleh karenya,
perencanaan komunikasi dimaksudkan untuk mengatasi rintangan-rintangan yang ada
guna mencapai efektifitas komunikasi, sedangkan dari aspek fungsi dan kegunaan
komunikasi, perencanaan diperlukan untuk
mengimplementasikan program-program yang ingin dicapai., apakah itu untuk
pencitraan, pemasaran, penyebarluasan gagasan, kerja sama, atau pembangunan infastruktur
komunikasi.
Cangara (2014) mengemukakan
bahwa perencanaan komunikasi dalam kerangka yang sangat sederhana sudah tentu
selalu dikaitkan bagaimana menciptakan komunikasi yang efektif. Ditengah suasana
reformasi yang sementara berlangsung di indonesia, konflik sosial yang sering
terjadi di tengah masyarakat baik secara vertikal maupun horizontal. Untuk mencegah
konflik agar tidak semakin berkembang, diperlukan sebuah perencaan komunikasi yang
baik dan efektif.
Dari aspek media massa, kebijaksanaan
suatu negara terutama di negara-negara yang sedang berkembang untuk selalu
memberi prioritas terhadap pembangunan infrastruktur komunikasi, misalnya
pembangunan stasiun televisi dan radio, pusat-pusat pendidikan dan pelatihan
tenaga jurnalis.
Dari aspek perencanaan
pembangunan ekonomi, Mefalopus dalam cangara (2014) mengemukakan bank dunia
telah banyak membuat program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat
diberbagai belahan dunia dengan mengedepankan pendekatan ekonomi. Tapi ketika
program-program tersebut banyak mengalami kegagalan, maka keluhan pertama para
pengambil keputusan adalah faktor komunikasi yang kurang efektif. Bahkan lebih
jauh lagi bahwa suatu hal yang sangat penting dan sering hilang dalam proses
pembangunan adalah hilangnya komunikasi antara pengambil keputusan, para ahli,
dan mereka yang menjadi sasaran pembangunan itu sendiri.
Dengan kondisi seperti itu,
maka komunikasi perlu ditempatkan pada fungsinya, bukan hanya untuk
membangkitkan kesadaran, memberi informasi, memengaruhi atau mengubah perilaku,
melainkan ia juga berfungsi untuk mendengarkan, mengelorasi lebih dalam,
memahami, memberdayakan, dan membangun konsensus untuk perubahan.
Referensi :
Cangara,
H. Hafied. 2014. Perencanaan dan Strategi
Komunikasi (Edisi Revisi). PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
0 comments:
Post a Comment