Komunikasi dapat
dipandang sebagai suatu alat untuk menerapkan gagasan kekuasaan tradisional.
Persepsi dan penafsiran atas lingkungan bergantung pada komunikasi. Dalam
pengertian yang objektif, apa yang diketahui manusia tentang dunia nyata datang
kepada mereka melalui suatu filter realitas sosial. Filter ini terdiri dari
dunia simbolik bersama mengenai keyakinan, pengalaman dan pemahaman yang
ditumbuhkan dan dipertahankan melalui komunikasi. Jadi, siapa saja yang mampu
menyimpan, menyediakan, atau mengubah informasi mempunyai kekausaan penting.
Suatu pandangan yang
lebih subjektif menyatakan bahwa komunikasi berbuat lebih banyak dari sekedar
menggambarkan dunia, komunikasi adalah dunia ini. Mengendalikan komunikasi
dalah memutuskan apakah dunia ini dan bagaimana seharusnya manusia berperilaku.
Mereka yang dapat memutuskan apa makna sesuatu, memiliki kekuasaan.
Kebebasan yang
dimiliki manusia dalam hal keyakinan dan tindakan sangat bergantung pada
komunikasi bersama dan yang disahkan. Organisasi dipertahankan secara bersama
oleh suatu sistem lambang yang susunannya dilahirkan lambang dan ditopang
lambang seperti ikan mempertahankan dirinya dengan berenang di dalam air.
Manusia tidak selalu menyadari kebergantungan mereka yang besar pada
lambang-lambang itu dan kendali yang dilakukan oleh lambang tersebut. Berger
dan Lukman dalam R. Wayne Pace (2013) menyatakan bahwa struktur sosial bergerak
dari apa yang dilakukan sampai dengan cara yang sebenarnya yang harus
dilakukan.
Oleh karena itu,
komunikasi adalah kekuasaan karena kemampuannya untuk menentukan hasil hasil
pengetahuan, keyakinan dan tindakan. Manusia bertindak berdasarkan pada
informasi yang ada, alternatifnya dan pilihan-pilihan yang disediakan oleh
informasi tersebut. Organisasi dapat memiliki larangan eksplisit sekaligus
larangan inplisit terhadap gagasan tertentu. Orang yang mungkin tidak dapat
mencari gagasan alternatif, dan kemampuan untuk menghasilkan gagasan alternatif
mungkin sangat terbatas. Kekuasaan digunakan melalui organisasi mengizinkan
anggotanya berperan serta dalam pembuatan keputusan tetapi juga mengemukakan
kriteria yang harus dipenuhi oleh setiap
keputusan.
Hubungan-hubungan
kekuasaan hadir ditingkat individu dengan endividu, individu dengan kelompok,
kelompok dengan kelompok, dan individu dengan organisasi dalam lingkungan
organisasi. Kita tidak dapat mengabaikan tingkat analisis terhadap hubungan
antara organisasi dengan organisasi, dan organisasi dengan lingkungan. Meskipun
wacana tersebut mungkin berisi komponen-komponen bersama yang melintasi
tingkat-tingkat tersebut, setiap hubungan juga memiliki wacana khusus.
Sumber Referensi : R.
Wayne Pace & Don F. Faules, Komunikasi Organisasi. Editor: Deddy Mulyana,
2013.
JOIN NOW !!!
ReplyDeleteDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.com