Gagasan komunikasi
yang lebih tradisional terpusat pada konsep transmisi dan alat, dalam kaitannya
dengan transmisi, Carey dalam R. Wayne Pace (2013) mengemukakan bahwa komunikasi
didefinisikan ke dalam konteks proses pengiriman gagasan,
penyebaran pesan,
dan pemberian informasi kepada orang lain untuk tujuan pengendalian.
Selanjutnya, ia mengembangkan suatu pandangan ritual terhadap komunikasi yang
dikaitkan dengan istilah tersebut dengan pembagian, partisipasi, dan asosiasi.
Penekanan pandangan
ritual adalah pada penyajian tingkat keyakinan bersama dan konstruksi dunia
kultural yang bermakna. Bagi Carey, organisasi tidak hanya hadir oleh
komunikasi, akan tetapi, organisasi hadir di dalam komunikasi.
Gagasan serupa juga
dikemukakan oleh Pearce (1989), yang menunjukkan bahwa komunikasi dipandang
sebagai instrumen yang dipakai manusia untuk mencapai maksud-maksud tertentu,
seperti halnya memberi perintah, membujuk, atau memperoleh kekuasaan. Dalam
kaitannya dengan hal ini, maka komunikasi adalah suatu sarana pikiran, suatu
alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu.
Pemikiran Pearce
tersebut berusaha mengemukakan suatu pandangan yang berlawanan, yang memandang
bahwa komunikasi sebagai suatu proses yang digunakan untuk berpikir. Realitas
sendiri berada dalam bahasa. Pernyataan yang tegas ini berpendapat bahwa
organisasi tidak hanya hadir oleh komunikasi, tetapi hadir dalam komunikasi.
Kedua gaagsan yang berlawanan tersebut sangat penting bagi pemahaman komunikasi
organisasi dan kekuasaan.
Sumber Referensi : R.
Wayne Pace & Don F. Faules, Komunikasi Organisasi. Editor: Deddy Mulyana,
2013.
0 comments:
Post a Comment