Susan Longer dalam
Nawiroh Vera (2014) mengemukakan bahwa seluruh makhluk hidup menggunakan simbol
sebagai alat untuk berkomunikasi. Perbedaan antara manusia dengan binatang
adalah pada cara memahami simbol-simbol yang diterima. Binatang memang dapat
merespon simbol yang diterimanya, tetapi manusia tidak hanya sekedar merespon,
melainkan juga dapat menciptakan simbol-simbol bermakna yang digunakan untuk
berkomunikasi.
Dalam proses
komunikasi manusia, penyampaian pesan menggunakan bahasa, baik secara verbal
maupun nonverbal. Bahasa terdiri atas simbol-simbol, yang mana simbol tersebut
perlu dimaknai agar terjadi komunikasi yang efektif. Manusia memiliki kemampuan
dalam mengelola simbol-simbol tersebut. Kemampuan ini mencakup empat kegiatan,
yakni menerima, menyimpan, mengelola dan menyebarluaskan simbol-simbol. Aktivitas
ini yang membedakan manusia dari makhluk hidup yang lain. ( samavor dalam
Nawiroh Vera 2014 : 6).
Untuk memahami
simbol-simbol verbal maupun nonverbal maka dibutuhkan suatu ilmu yang
mempelajari hal tersebut. Dalam kaitan ini, yaitu semiologi, ilmu tentang
tanda. Disinilah pentingnya kita mempelajari semiotika, terutama semiotika
komunikasi. Selain itu, kaitan antara komunikasi dengan semiotika adalah secara
sederhana komunikasi didefinisikan sebagai proses pertukaran pesan, dimana
pesan terdiri atas tiga elemen terstruktur, yaitu tanda dan simbol, bahasa,
serta wacana (Little John dalam Nawiroh Vera 2014). Pesan dalam komunikasi yang
melibatkan tanda-tanda tersebut harus memiliki makna tertentu, oleh karenanya
tanda dan maknanya sangat penting dalam komunikasi, karena fungsi utama tanda
adalah alat untuk membangkitkan makna.
Komunikasi memiliki
peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena komunikasi merupakan
alat untuk menyampaikan pesan antarmanusia, baik pesan verbal maupun nonverbal.
Proses komunikasi merupakan proses pertukaran pesan yang bersifat simbolik.
Semiotika merupakan ilmu yang menelaah tentang produksi dan intepretasi tanda.
Semiotika dalam
wilayah kajian ilmu komunikasi juga memiliki jangkauan yang sangat luas, semiotika dapat diterapkan pada berbagai
tingkatan dan bentuk komunikasi, seperti komunikasi antarbudaya, komunikasi
politik, komunikasi massa dan sebagainya. Dalam hal ini, semiotika bisa
dijadikan sebuah metode alternatif dalam pembacaan teks, terutama dalam ranah
kajian ilmu komunikasi.
Vera,
Nawiroh. 2014. Semiotika dalam Riset
Komunikasi. Ghalia Indonesia: Bogor
0 comments:
Post a Comment