Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Tuesday, 18 March 2014

Dampak Kekuatan Media



Persoalan tentang dampak  kekuatan media  menjadi  hal  yang sering diperdebatkan,  hal  ini  dilihat  dari  beberapa perbedaan pendapat tentang definisi nya. Terdapat kesepakatan,  bagi  sebagian besar  para ahli bahwa media massa, memiliki beberapa dampak pada berbagai dimensi kehidupan sosial dan  struktur. Tetapi,  seperti  yang diungkapkan  McGuire (1986), dampaknya terlihat cukup kecil, mengingat jumlah waktu,  uang,  dan energi yang dikhususkan untuk memproduksi  dan mengkonsumsi konten media. Melalui  meta  analisis,  teknik statistik  yang menggabungkan perhitungan kuantitatif dari sebuah  hasil  penelitian untuk  menguji efek  dan untuk mengestimasi ukuran efek,  membuktikan bahwa pengaruhnya  kecil  pada konten media, di mana pada beberapa wilayah umumnya yang diteliti adalah efek media massa.
Hogben’s  (1998)   pada  meta  analisisnya  ditemukan hubungan pada keagresifitas penonton televisi  dengan hubungan  (d=.21). Efek televisi mengenai  persepsi peran jenis kelamin juga telah dipisahkan: r=.101,  r2 =.01, Untuk studi nonexperimental,  dan r=.207,  r =.04,  untuk experiment (Herrett-Skjellum & Allen, 1996). Efek pornografi pada perilaku pemerkosaan-dipercayai sedikit  lebih  kecil r=.146  (r2 =.021).  untuk percobaan pada laboratorium tersebut dan r=.018 (r2 =.0003), untuk survey (Allen, Emmers, Gebhardt, & Giery, 1995).
Analisis  ini menunjukkan bahwa,  meskipun dampak media adalah signifikan,  hal  ini  tidak lah sangat  besar.  Variansi dijelaskan oleh media massa masih  memiliki  paparan yang  cukup  kecil.  Tapi  apakah efek  ini sepele?  Hearold (1986) memberikan konteks  untuk menginterpretasikan ukuran ini.  Meta analyses ini menemukan berbagai ukuran dampak lainnya: seperti  masalah  gender yang cukup tinggi,  d=1.20,  kemapuan membaca pada anak sekolah dasar  d=1.00,  terapi kejiwaan d=.85,  bimbingan belajar pada  kemampuan matematika,  d=.60,terapi pada psikotik d=.40 dan pengajaran berbasis komputer pada kemampuan matematika d=.402.
Menurut Cohen (1988)  klasifikasi ukuran dampak,  sebagian  besar pengaruh media massa akan dianggap kecil (r=.10,  d=.20),  atau sedang (r=.30,  d=.50) namun jarang yang besar (r=.50,  d=.80).  Tapi ada cara lain untuk mempertimbangkan ukuran pengaruh yang biasa disebut dengan The binomial  effect  size  display  (BSED).  Rosenthal  dan Rubin (1982) mengembangkan cara untuk menerjemahkan berbagai  ukuran dampak ke dalam istilah yang dapat  dipahami oleh orang awam yang  tidak  terlatih dalam statistik.  BESD  menyarankan r yang ditafsirkan sebagai  ukuran perbedaan antara kontrol  dan kelompok perlakuan.  Sehingga,  jika kita bisa menemukan sekelompok orang-orang yang belum pernah menonton televisi, dan  menunjukkan  kepada  mereka program  televisi yang  mengandung kekerasan,  mereka  akan 37%  lebih agresif (sebagaimana yang dijelaskan Paik & estimasi tahun 1994 Comstock) dari kelompok sebanding yang tidak pernah melihat program tersebut.
Menggunakan metode  yang  sama,  Hogben (1998)  memperkirakan bahwa penghapusan  program yang mengandung  kekerasan dalam televisi akan mengurangi penampil agresi sebesar 10%. Herrett-Skjellumm dan Allen (1996) juga menunjukkan bahwa dampak media massa mungkin sangat kuat untuk pengguna media.  Mereka  berpendapat  bahwa pemirsa terberat televisi, dibandingkan dengan pemirsa ringan, hampir dua kali lebih mungkin untuk memiliki sikap seksis.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers