Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Tuesday, 18 March 2014

Asosiasi dan Disosiasi Sebuah Teori Kontekstual Komunikasi Antarbudaya



Simmel (1903) memberikan defenisi asosiasi dan disosiasi sebagai berikut : Asosiasi : individu berkumpul sebagai kesatuan kelompok, sedangkan Disosiasi : individu saling bermusuhan dalam satu kelompok
Liberalisme klasik dan Ketidakpuasan
Awal lahirnya teori ini adalah penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuan komunikasi pada abad ke 20-an, yang dipusatkan di negara-negara bagian amerika. Karena disanalah banyak terjadi benturan-benturan budaya yang menyebabkan terjadinya perilaku disosiatif antara kelompok.hal ini dikemukakan oleh Rorty, (1998). Berlanjutnya perselisihan seputar masalah etnis dapat ditelusuri ke dalam dilema liberalisme klasik, yang ditandai dengan Deklarasi Kemerdekaan, Konstitusi, yang menghasilkan RUU tentang Hak, cita-cita liberalisme klasik merupakan inti dari etos tradisional Amerika. potensi masalah antaretnis adalah substansial  jumlah perhatian yang telah diterima  oleh para ilmuwan sosial sejak awal  Abad ke-20 (Simmel, 1908/1950;  Schuetz, 1944).
Yang banyak mempengaruhi dalam kajian ini adalah analisis individu secara psikologis Yang kemudian ada beberapa faktor psikologis yang paling sering diteliti  oleh para ilmuan:

faktor kognitif, seperti etnis atau interetnis atau persepsi, kepercayaan, ras, pengetahuan/ketidaktahuan,  stereotip, dan atribusi kesalahan (,  Detweiler, 1986),

Sikap Afektif motivasi, faktor seperti sikap terhadap  kelompok etnis tertentu, toleransi, prasangka, etnosentrisme, dan rasisme (Bonilla-Silva  & Forman, 2000),

Berbagai aspek etnis  identitas, termasuk tingkat komitment suku dalam menciptakan rasa aman atau tidak aman, dan posisi perasaan positive atau negatif terhadap etnis  kelompok, (Jacobs, 1992);

Perilaku verbal dan non verbal dalam pertemuan antaretnis (Greenberg, Kirkland, & Pyszczynski, 1988);

Persahabatan antaretnis dan hubungan romantis (Mack et al., 1997)

setiap aktivitas komunikasi antaretnis  disusun sebagai suatu sistem terbuka yang terdiri dari  subsistem (atau elemen) yang fungsional saling tergantung.  (Bertalanffy, 1955/1975, Ford & Lerner,  1992),
Beberapa Asumsi dalam kajian ini antara lain : Asumsi 1. Komunikasi antaretnis terjadi ketika komunikator melihat dirinya sendiri dan pihak lain, masing-masing terlibat di dalam identitas etnis. Asumsi 2. Komunikasi antaretnis adalah sistem terbuka di mana komponennya secara fungsional saling tergantung. Asumsi 3. komunikasi Antaretnis dengan komunikator tunggal terdiri dari tiga konteks lapisan perilaku (Atau tindakan) : komunikator, situasi, dan lingkungan.
Perilaku Disosiatif terjadi karena : Perbedaan, Perbedaan dibuat antara anggota-anggota dalam kelompok ("kami") dan anggota-anggota kelompok lain ("mereka"), menyebabkan kecenderungan untuk menunjukkan perbedaan ataupun menunjukkan kesamaan (Oddou & Mendenhal, 1984). Atribusi, jenis kesalahan atribusi nasional atau Bias sehubungan dengan kelompok yang berbeda cenderung mendorong pandangan bermusuhan terhadap kelompok yang lain dan harapan negatif untuk perilaku anggota kelompok lain (Hewstone (1988) ).  Perilaku dan Ucapan, (Lukens, 1979), dari nada suara tegang, jarak fisik, menghindari kontak mata, dan ekspresi wajah beku, dengan lebih ekspresi nonverbal eksplisit dan tindakan kemarahan, kebencian, dan agresi seperti meludah, menyeberangi pembakaran, pembakaran bendera, dan kerusuhan, untuk tindakan ekstrim kekerasan. Interaksi disosiatif terjadi karena adanya persaingan, pertentangan dan kontravensi.
Perilaku Asosiatif terjadi karena munculnya faham universalisme yang menganggap bahwa semua manusia pada hakekatnya adalah sama, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama. Beberapa perilaku asosiatif adalah: 1. Kerjasama, yaitu  proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama. 2. Akomodasi yaitu usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan. 3. Asimilasi yaitu Proses penyesuaian sifat-sifat asli yang dimiliki dengan sifat-sifat lingkungan sekitar. 4. Akulturasi yaitu Perpaduan unsur unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaannya yang asli.




0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers