Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Tuesday, 18 March 2014

Konsep Komunikasi Antarbudaya (Pengaruh Gaya Hidup Suku Bugis Terhadap Pola Hidup Suku Tolaki Mekongga )



Dalam pandangan Masyarakat Suku Tolaki Mekongga, bahwasanya suku bugis dikenal sebagai suku yang rajin dan giat bekerja, baik dalam hal bertani maupun berdagang. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan orang-orang bugis diberbagai daerah di Indonesia terutama dalam bidang perdagangan.
Masuknya orang-orang bugis di Kabupaten Kolaka membawa perubahan dan memberi dampak positif bagi masyarakat pribumi, Secara signifikan, perubahan-perubahan tersebut telah mengantar pertumbuhan, kemajuan dan perkembangan daerah Kabupaten Kolaka baik dari sektor pertanian perdagangan maupun pendidikan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah siapa suku Tolaki mekongga itu? bagaimana gaya dan pola hidup masyarakat pribumi (Tolaki Mekongga) sebelum dan sesudah masuknya orang-orang bugis di daerahnya? mengapa  daerah Kabupaten Kolaka maju dan mulai berkembang setelah orang-orang bugis masuk? Kita akan membahas dan menjawab satu persatu dari pertanyaan-pertanyaan di atas.

Sekilas tentang Suku Tolaki Mekongga.
Suku Mekongga, adalah salah suatu komunitas masyarakat adat yang berdiam/berdomisili di kabupaten Kolaka dan sebagian kecil juga terdapat di kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara.
Seperti dikutip dari http://protomalayans.blogspot.com/2012/11/suku-mekongga-sulawesi.html bahwa Suku Mekongga merupakan salah satu sub-etnik dari suku Tolaki. Menurut orang Tolaki, bahwa orang Mekongga adalah orang Tolaki juga. Istilah Mekongga, konon berasal dari kata "to mekongga", yang berarti "to" berarti "orang" dan "mekongga" berarti "pembunuh burung elang raksasa", jadi kata "to mekongga" berarti "orang yang membunuh burung elang raksasa". Sedangkan burung elang raksasa dalam bahasa Mekongga adalah "Konggaha’a".
Kita ambil contoh pada era tahun 1950 - 1970-an Pola hidup masyarakat suku tolaki mekongga seperti yang sering diceritakan oleh orang tua penulis bahwasanya meraka sering perpindah-pindah tempat dalam mencari dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pola hidup seperti inilah yang menyebabkan sebagian besar dari suku tolaki mekongga cenderung hidup di bawah garis kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah.
Seiring dengan perkembangan zaman pada era tahun 1980 hingga saat ini, Masyarakat suku Mekongga pada umumnya hidup pada bidang pertanian. Mereka menanam padi sebagai tanaman pokok mereka. Selain itu mereka juga menanam jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Beberapa hewan ternak juga menjadi kegiatan tambahan bagi mereka. Di antara mereka ada juga yang menjadi pedagang dan juga berprofesi sebagai nelayan penangkap ikan. Saat ini banyak juga dari orang Mekongga yang telah bekerja di sektor swasta dan sektor pemerintahan.

Pola hidup Suku Tolaki Sebelum dan sesudah masuknya suku bugis di kabupaten kolaka.
Sebelum masuknya suku bugis di daerah Kabupaten Kolaka, seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa sebagian besar pola hidup masyarakat suku tolaki mekongga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (mencari nafkah) sering berpindah-pindah tempat, jika mereka menganggap tempat kediaman mereka sudah tidak banyak member penghasilan terhadap mereka, maka serempak mereka menjual tanah mereka kepada suku pendatang (suku Bugis) dengan harga murah dan uang hasil penjualan tanah tersebut mereka pakai untuk memenuhi kebutuhan mereka untuk beberapa hari dan mereka lebih memilih membuka lahan baru dengan merambah hutan-hutan yang mereka sebut sebagai tanah adat/warisan dari nenek moyang mereka. Setetah berhasil membuka lahan baru, meraka akan menjualnya kepada suku pendatang (suku Bugis) dan begitu seterusnya.
Suku bugis yang membeli tanah dan lahan masyarakat pribumi (suku Tolaki Mekongga), secara pesat mengalami kemajuan baik dari sektor pertanian maupun perdagangan, setiap daerah-daerah di Kabupaten Kolaka jika daerah tersebut sudah di huni oleh orang-orang bugis, maka sudah pasti daerah tersebut akan berkembang, orang-orang bugis akan mendirikan pasar sebagai pusat perdagangan untuk menjual hasil pertanian mereka. pada awalnya mereka (suku bugis) menanam sayur-sayuran dan menjualnya di pasar, selain menanam sayur-sayuran, merekapun menanam padi, jagung, pisang dan tanaman jangka panjang seperti cokelat.
Gaya hidup Masyarakat suku Bugis sebagai pekerja keras, tekun dan ulet dalam upaya peningkatan perekonomian dan Pendidikan yang kemudian mendongkrak kualitas hidup masyarakat suku Bugis di berbagai daerah di Kabupaten Kolaka inilah yang membuka dan merubah pola pikir masyarakat Pribumi untuk menata kehidupan mereka yang lebih baik, peningkatan dari sektor ekonomi maupun pendidikan. Termasuk yang dialami oleh orang tua penulis, dan kemudian diikuti oleh sebagian besar masyarakat suku tolaki mekongga di daerah Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka, tempat dan kampung halaman penulis.

Pengaruh suku bugis terhadap perkembangan daerah kabupaten kolaka dan pola hidup Masyarakat Suku Tolaki Mekongga dari sektor pertanian, perdagangan dan Pendidikan.
Seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa gaya hidup suku bugis telah membawa angin segar bagi masyarakat pribumi, bahkan secara tidak langsung mengantarkan pertumbuhan dan perkembangan daerah kabupaten kolaka secara pesat baik dari sektor ekonomi maupun pendidikan.
Gaya hidup suku bugis yang dikenal ulet, tekun rajin dan giat bekerja inilah yang kemudian menjadi contoh bagi masyarakat pribumi dalam menata kehidupan mereka yang lebih baik. Dalam bercocok tanam misalnya, suku bugis sangat terampil walau kehidupan mereka pada saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah mekongga, mereka sangat susah dalam hal perekonomian, namun dalam waktu yang tidak terlalu lama kisaran 1 sampai 2 tahun mereka telah memperlihatkan hasil keringat mereka dengan melihat hasil kebun yang luar biasa, baik itu sayur-sayuran, padi, jagung dan sebagainya, bahkan dalam waktu 3 sampai 4 tahun mereka sudah panen cokelat yang mereka tanam dengan hasil yang sangat memuaskan.
Selain beberapa hal tersebut, seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya bahwa ternyata suku bugis memilki peran yang sangat penting dalam hal pemerintahan. Ketika daerah yang mereka tempati adalah daerah pelosok/pedalaman yang jauh dari pusat pemerintahan desa, maka orang-orang bugis akan berupaya untuk membentuk pemerintahah desa baru, dengan terbentuknya Pemerintahan Desa yang baru maka secara otomatis akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan, hal ini terjadi di berbagai tempat di daerah Kabupaten Kolaka,
Orang bugis dalam hal pemerintahan memang memilki peran yang sangat penting, dari tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa. Di tingkat kabupaten, bupati Kolaka dua periode dari tahun 2004-2009, dan 2009-2014 adalah orang bugis Soppeng (Bapak Drs. H. Buhari Matta, M. Si), sekretaris daerah Kabupaten Kolaka adalah orang bugis Bone, dan beberapa kepala dinas lainnya adalah orang bugis. Sebagian besar Camat dari 20 kecamatan di kabupaten Kolaka 19 diantaranya adalah orang bugis, sampai dengan para kepala desa pun sebagian besar adalah orang bugis. Dan hal ini bukanlah suatu masalah bagi Masyarakat Pribumi yang harus dipimpin oleh suku pendatang, karena sampai saat ini belum ada konflik antarsuku yang disebabkan oleh hal tersebut.
Tingkat pendidikan yang sangat rendah yang menyebabkan kurangnya suku pribumi terlibat dan menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan, hal inilah yang menjadi keprihatinan penulis dan menjadikan motivasi yang sangat besar untuk merubah pola pikir dan pola hidup masyarakat tolaki mekongga di kabupaten Kolaka.
Dari beberapa uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya hidup suku bugis memberi pengaruh yang sangat besar bagi perubahan pola pikir  dan pola hidup masyarakat suku tolaki mekongga, dalam peningkatan kualitas hidup baik dari segi ekonomi maupun pendidikan.
Sebelum orang-orang bugis masuk dan menginjakkan kaki di tanah Mekongga (kolaka) pola hidup masyarakat suku Tolaki Mekongga masih sangat memprihatinkan, dari sektor pertanian terlebih dalam hal pendidikan. Dengan melihat gaya hidup orang-orang bugis, masyarakat pribumi belajar banyak hal, sehingga sampai saat ini sebagian besar orang tolaki mekongga yang memiliki lahan perkebunan demi mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan sebagainya, namun yang sangat penting adalah banyaknya orang Tolaki Mekongga yang memiliki tingkat pendidikan hingga sarjana.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers