Dalam pandangan Masyarakat Suku Tolaki
Mekongga, bahwasanya suku bugis dikenal sebagai suku yang rajin dan giat
bekerja, baik dalam hal bertani maupun berdagang. Hal ini dibuktikan dengan
keberhasilan orang-orang bugis diberbagai daerah di Indonesia terutama dalam
bidang perdagangan.
Masuknya orang-orang bugis di Kabupaten Kolaka membawa
perubahan dan memberi dampak positif bagi masyarakat pribumi, Secara
signifikan, perubahan-perubahan tersebut telah mengantar pertumbuhan, kemajuan
dan perkembangan daerah Kabupaten Kolaka baik dari sektor pertanian perdagangan
maupun pendidikan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah siapa suku Tolaki
mekongga itu? bagaimana gaya dan pola hidup masyarakat pribumi (Tolaki
Mekongga) sebelum dan sesudah masuknya orang-orang bugis di daerahnya?
mengapa daerah Kabupaten Kolaka maju dan
mulai berkembang setelah orang-orang bugis masuk? Kita akan membahas dan
menjawab satu persatu dari pertanyaan-pertanyaan di atas.
Sekilas
tentang Suku Tolaki Mekongga.
Suku Mekongga,
adalah salah suatu komunitas masyarakat adat yang berdiam/berdomisili di
kabupaten Kolaka dan sebagian kecil juga terdapat di kabupaten Kolaka Utara
Sulawesi Tenggara.
Seperti dikutip dari http://protomalayans.blogspot.com/2012/11/suku-mekongga-sulawesi.html bahwa Suku Mekongga merupakan salah
satu sub-etnik dari suku Tolaki. Menurut orang Tolaki, bahwa orang Mekongga
adalah orang Tolaki juga. Istilah Mekongga, konon berasal dari kata "to
mekongga", yang berarti "to" berarti "orang" dan
"mekongga" berarti "pembunuh burung elang raksasa", jadi
kata "to mekongga" berarti "orang yang membunuh burung elang
raksasa". Sedangkan burung elang raksasa dalam bahasa Mekongga adalah
"Konggaha’a".
Kita ambil contoh pada era tahun 1950 - 1970-an Pola hidup
masyarakat suku tolaki mekongga seperti yang sering diceritakan oleh orang tua
penulis bahwasanya meraka sering perpindah-pindah tempat dalam mencari dan
memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pola hidup seperti inilah yang
menyebabkan sebagian besar dari suku tolaki mekongga cenderung hidup di bawah
garis kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah.
Seiring dengan perkembangan zaman pada era tahun 1980 hingga
saat ini, Masyarakat suku Mekongga pada umumnya hidup pada bidang pertanian.
Mereka menanam padi sebagai tanaman pokok mereka. Selain itu mereka juga
menanam jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Beberapa hewan ternak juga menjadi
kegiatan tambahan bagi mereka. Di antara mereka ada juga yang menjadi pedagang
dan juga berprofesi sebagai nelayan penangkap ikan. Saat ini banyak juga dari
orang Mekongga yang telah bekerja di sektor swasta dan sektor pemerintahan.
Pola
hidup Suku Tolaki Sebelum dan sesudah masuknya suku bugis di kabupaten kolaka.
Sebelum masuknya suku bugis di daerah Kabupaten Kolaka, seperti yang
telah dijelaskan di atas, bahwa sebagian besar pola hidup masyarakat suku
tolaki mekongga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (mencari nafkah) sering
berpindah-pindah tempat, jika mereka menganggap tempat kediaman mereka sudah
tidak banyak member penghasilan terhadap mereka, maka serempak mereka menjual
tanah mereka kepada suku pendatang (suku Bugis) dengan harga murah dan uang
hasil penjualan tanah tersebut mereka pakai untuk memenuhi kebutuhan mereka
untuk beberapa hari dan mereka lebih memilih membuka lahan baru dengan merambah
hutan-hutan yang mereka sebut sebagai tanah adat/warisan dari nenek moyang
mereka. Setetah berhasil membuka lahan baru, meraka akan menjualnya kepada suku
pendatang (suku Bugis) dan begitu seterusnya.
Suku bugis yang membeli tanah dan lahan masyarakat pribumi (suku
Tolaki Mekongga), secara pesat mengalami kemajuan baik dari sektor pertanian
maupun perdagangan, setiap daerah-daerah di Kabupaten Kolaka jika daerah
tersebut sudah di huni oleh orang-orang bugis, maka sudah pasti daerah tersebut
akan berkembang, orang-orang bugis akan mendirikan pasar sebagai pusat
perdagangan untuk menjual hasil pertanian mereka. pada awalnya mereka (suku
bugis) menanam sayur-sayuran dan menjualnya di pasar, selain menanam
sayur-sayuran, merekapun menanam padi, jagung, pisang dan tanaman jangka
panjang seperti cokelat.
Gaya hidup Masyarakat suku Bugis sebagai pekerja keras, tekun dan ulet
dalam upaya peningkatan perekonomian dan Pendidikan yang kemudian mendongkrak
kualitas hidup masyarakat suku Bugis di berbagai daerah di Kabupaten Kolaka
inilah yang membuka dan merubah pola pikir masyarakat Pribumi untuk menata
kehidupan mereka yang lebih baik, peningkatan dari sektor ekonomi maupun
pendidikan. Termasuk yang dialami oleh orang tua penulis, dan kemudian diikuti
oleh sebagian besar masyarakat suku tolaki mekongga di daerah Kecamatan
Lambandia Kabupaten Kolaka, tempat dan kampung halaman penulis.
Pengaruh
suku bugis terhadap perkembangan daerah kabupaten kolaka dan pola hidup
Masyarakat Suku Tolaki Mekongga dari sektor pertanian, perdagangan dan
Pendidikan.
Seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa gaya hidup suku bugis
telah membawa angin segar bagi masyarakat pribumi, bahkan secara tidak langsung
mengantarkan pertumbuhan dan perkembangan daerah kabupaten kolaka secara pesat
baik dari sektor ekonomi maupun pendidikan.
Gaya hidup suku bugis yang dikenal ulet, tekun rajin dan giat bekerja
inilah yang kemudian menjadi contoh bagi masyarakat pribumi dalam menata
kehidupan mereka yang lebih baik. Dalam bercocok tanam misalnya, suku bugis
sangat terampil walau kehidupan mereka pada saat pertama kali menginjakkan kaki
di tanah mekongga, mereka sangat susah dalam hal perekonomian, namun dalam
waktu yang tidak terlalu lama kisaran 1 sampai 2 tahun mereka telah
memperlihatkan hasil keringat mereka dengan melihat hasil kebun yang luar biasa,
baik itu sayur-sayuran, padi, jagung dan sebagainya, bahkan dalam waktu 3
sampai 4 tahun mereka sudah panen cokelat yang mereka tanam dengan hasil yang
sangat memuaskan.
Selain beberapa hal tersebut, seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya
bahwa ternyata suku bugis memilki peran yang sangat penting dalam hal
pemerintahan. Ketika daerah yang mereka tempati adalah daerah pelosok/pedalaman
yang jauh dari pusat pemerintahan desa, maka orang-orang bugis akan berupaya
untuk membentuk pemerintahah desa baru, dengan terbentuknya Pemerintahan Desa
yang baru maka secara otomatis akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan
mempercepat pembangunan, hal ini terjadi di berbagai tempat di daerah Kabupaten
Kolaka,
Orang bugis dalam hal pemerintahan memang memilki peran yang sangat
penting, dari tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa. Di tingkat kabupaten,
bupati Kolaka dua periode dari tahun 2004-2009, dan 2009-2014 adalah orang
bugis Soppeng (Bapak Drs. H. Buhari Matta, M. Si), sekretaris daerah Kabupaten
Kolaka adalah orang bugis Bone, dan beberapa kepala dinas lainnya adalah orang
bugis. Sebagian besar Camat dari 20 kecamatan di kabupaten Kolaka 19
diantaranya adalah orang bugis, sampai dengan para kepala desa pun sebagian
besar adalah orang bugis. Dan hal ini bukanlah suatu masalah bagi Masyarakat
Pribumi yang harus dipimpin oleh suku pendatang, karena sampai saat ini belum
ada konflik antarsuku yang disebabkan oleh hal tersebut.
Tingkat pendidikan yang sangat rendah yang menyebabkan kurangnya suku
pribumi terlibat dan menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan, hal inilah
yang menjadi keprihatinan penulis dan menjadikan motivasi yang sangat besar
untuk merubah pola pikir dan pola hidup masyarakat tolaki mekongga di kabupaten
Kolaka.
Dari beberapa uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya
hidup suku bugis memberi pengaruh yang sangat besar bagi perubahan pola
pikir dan pola hidup masyarakat suku
tolaki mekongga, dalam peningkatan kualitas hidup baik dari segi ekonomi maupun
pendidikan.
Sebelum orang-orang bugis masuk dan menginjakkan kaki di tanah
Mekongga (kolaka) pola hidup masyarakat suku Tolaki Mekongga masih sangat
memprihatinkan, dari sektor pertanian terlebih dalam hal pendidikan. Dengan
melihat gaya hidup orang-orang bugis, masyarakat pribumi belajar banyak hal, sehingga
sampai saat ini sebagian besar orang tolaki mekongga yang memiliki lahan
perkebunan demi mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan sebagainya, namun yang
sangat penting adalah banyaknya orang Tolaki Mekongga yang memiliki tingkat
pendidikan hingga sarjana.
0 comments:
Post a Comment