Dalam berbagai program
komunikasi, apakah itu penyadaran masyarakat, pemasaran, promosi, kampanye
politik, selain dilakukan dalam bentuk media maka memobilisasi massa juga perlu
dilakukan. Mobilisasi dilakukan dengan menggerakkan masyarakat untuk bisa
mengerti, memahami, dan menerima program-program yang ditawarkan. Untuk menggerakkan
atau mobilisasi masyarakat tentu tidak mudah, apalagi dalam situasi reformasi
dimana orang merasa sudah tidak terlalu tergantung pada orang lain. Sikap individualisme
dan kapitalisme lebih menonjol daripada solidaritas kelompok.
Dibeberapa negara sedang berkembang,
masih ada warga dalam mengambil keputusan bergantung pada tokoh-tokoh formal
dan informal, khususnya mereka yang masih tinggal di daerah pedesaan.
Untuk menggerakkan
masyarakat agar dapat menerima program-program yang dikomunikasikan, maka peran
tokoh-tokoh masyarakat sangat penting. Seorang perencana komunikasi yang
profesional akan tahu dan bisa menghubungi para tokoh-tokoh masyarakat ini
untuk memperoleh dukungan terhadap program yang ditawarkan.
Selain dengan cara melalui
media dan tokoh masyarakat, cara lain yang bisa digunakan agar orang bisa
tertarik terhadap suatu program, maka dapat melakukan metode pelatuk atau
pemicu untuk merangsang target sasaran untuk ikut memiliki produk.
Untuk menggerakkan atau
mobilisasi massa, dapat digunakan saluran komunikasi antara lain :
Saluran komunikasi publik
dengan cara memobilisasi massa untuk menghadiri rapat akbar, panggung terbuka,
pergelaran musik, turnamen olah raga, pasar murah dan semacamnya.
Saluran komunikasi sosial
melalui kegiatan arisan, pengajian, khitanan, perkawinan, upacara kelahiran,
pos ronda, pesta panen, rukun kampung, dan sebagainya.
Saluran komunikasi
antarpribadi misalnya surat, telepon, anggota keluarga dekat, tetangga, dan sahabat.
Referensi :
Cangara,
H. Hafied. 2014. Perencanaan dan Strategi
Komunikasi (Edisi Revisi). PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
0 comments:
Post a Comment