Stuart dan Jamias dalam
Cangara (2014) mengemukakan bahwa semua program komunikasi yang dilakukan
memiliki tujuan, yaitu memengaruhi khalayak. Efek atau Pengaruh merupakan ketidaksamaan
antara apa yang dirasakan, dipikirkan, dan
dilakukan oleh penerima sebelum maupun setelah menerima suatu pesan. Pengaruh
atau efek adalah hal yang sangat penting dalam suatu proses komunikasi. Tujuannya
adalah untuk mengetahui berhasil atau tidaknya aktivitas komunikasi yang dilaksanakan.
Pengaruh dapat dikatakan mengena jika perubahan yang terjadi pada penerima
informasi sama dengan tujuan yang diinginkan oleh komunikator atau pengirim
pesan, atau dengan kata lain pengaruh yang dihasilkan oleh proses komunikasi
sangat ditentukan oleh sumber, pesan, media, dan penerima.
Pengaruh bisa terjadi dalam
bentuk perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Dalam aspek pengetahuan, perubahan
persepsi dan perubahan pendapat merupakan bentuk dari pengaruh atau efek itu
sendiri. Adapun yang dimaksud dengan perubahan sikap, ialah adanya perubahan
internal pada diri seseorang yang diorganisasi dalam bentuk prinsip, sebagai
hasil evaluasi yang dilakukannya terhadap suatu objek. Dalam beberapa hal,
terutama yang berkaitan dengan kepercayaan atau ideologi, orang berubah sikap
karena melihat bahwa apa yang tadinya dipercaya tidak benar. Oleh karena itu,
ia berubah sikap untuk mengganti kepercayaannya. Sementara yang dimaksud dengan
perubahan perilaku ialah perubahan yang terjadi dalam bentuk tindakan.
Cangara (2014) mengemukakan
bahwa dari berbagai studi yang pernah dilakukan terhadap pengaruh dalam
komunikasi, ditemukan bahwa komunikasi massa lebih banyak mempengaruhi
pengetahuan dan wawasan seseorang, sedangkan komunikasi antarpribadi cenderung
hanya mempengaruhi sikap dan perilaku.
Referensi :
Cangara,
H. Hafied. 2014. Perencanaan dan Strategi
Komunikasi (Edisi Revisi). PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
0 comments:
Post a Comment