Salah satu fungsi klasik
media massa adalah sebagai wacana dalam pembentukan pendapat umum atau opini publik.
Melalui pemberitaan, berbagai komentar, editorial maupun artikel yang dimuat
melalui media, baik media elektrinik maupun cetak, yang semua itu dapat menimbulkan
berbagai macam penafsiran dan opini yang berbeda-beda dari kalangan pemirsa
maupun pembaca. Kemampuan media massa dalam membuat suatu agenda, dapat menjadikan
khalayak terpancing untuk menyatakan setuju atau tidaknya terhadap berbagai
macam ide-ide atau gagasan yang dimuat oleh media massa tersebut. Oleh karena
itu, media massa tidak hanya bisa dilihat dari aspek sebagai industry hiburan
dan informasi, akan tetapi juga sebagai sarana pembentukan pendapat umum atau opini
publik.
Kemampuan yang dimiliki oleh
media massa dalam pembentukan pendapat umum atau opini publik tersebut, membuat
aktivitas yang dilakukan oleh para pemimpin Negara, politisi maupun para pengambil
kebijakan publik tidak dapat dipisahkan dengan peran media. Di sisi lain, media
dapat menyebarluaskan informasi dan ide-ide baru kepada para pengambil
keputusan, sebaliknya para pejabat pemerintah,politisi dan nusahawan menjadikan
media sebagai saluran untuk memperkenalkan gagasan-gagasan mereka kepada
anggota masyarakat atau khalayak. Begitu besarnya pengaruh media dalam
pembentukan pendapat umum atau opini publik maka kebanyakan orang Amerika
percaya bahwa media memiliki pengaruh yang tinggi dalam pembentukan pendapat
umum tersebut.
Kehebatan media dalam
memengaruhi pendapat umum bisa dilihat dalam perang teluk, bagaimana Amerika
berusaha menarik simpati agar dunia bisa memberi dukungan terhadap invasi yang
dilakukannya di Irak. Apa yang terjadi di irak bukan saja genjatan senjata,
melainkan pertempuran informasi antara stasiun-stasiun yang pro dengan amerika
dan inggris dengan stasiun yang pro perjuangan Irak. Stasiun televisi Aljazeera
berusaha mengimbangi pemberitaan stasiun-stasiun pro barat, sehingga televise tersebut
dijadikan sebagai target sasaran bom untuk menghentikan siaran-siarannya yang
bisa membentuk pendapat umum secara sepihak.
Di Indonesia, juga terjadi berbagai
macam perang opini melalui media massa, baik melalui media elektronik, cetak
maupun media online. Penggiringan opini publik atau pendapat umum dilakukan
sebagai metode untuk menarik simpati dan
dukungan masyarakat, yang hasilnya terkadang membuat masyarakat menjadi bingung
dalam menentukan sikap dan keyakinannya terhadap isu-isu tertentu.
Selain itu, media juga rutin
melakukan survey berupa jajak pendapat, namun kepercayaan masyarakat terhadap survey
media massa tampaknya belum begitu tinggi dibandingkan dengan lembaga survey. jajak
pendapat yang dilakukan oleh stasiun-stasiun televisi kurang mendapat perhatian
masyarakat karena diduga sebagai hasil rekayasa.
Referensi :
Cangara,
H. Hafied. 2014. Komunikasi Politik
(Konsep, Teori dan Strategi). PT RajaGrafindo Persada: Jakarta.
0 comments:
Post a Comment