Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Tuesday, 24 July 2018

Media Massa dan Pendapat Umum



Salah satu fungsi klasik media massa adalah sebagai wacana dalam pembentukan pendapat umum atau opini publik. Melalui pemberitaan, berbagai komentar, editorial maupun artikel yang dimuat melalui media, baik media elektrinik maupun cetak, yang semua itu dapat menimbulkan berbagai macam penafsiran dan opini yang berbeda-beda dari kalangan pemirsa maupun pembaca. Kemampuan media massa dalam membuat suatu agenda, dapat menjadikan khalayak terpancing untuk menyatakan setuju atau tidaknya terhadap berbagai macam ide-ide atau gagasan yang dimuat oleh media massa tersebut. Oleh karena itu, media massa tidak hanya bisa dilihat dari aspek sebagai industry hiburan dan informasi, akan tetapi juga sebagai sarana pembentukan pendapat umum atau opini publik.

Kemampuan yang dimiliki oleh media massa dalam pembentukan pendapat umum atau opini publik tersebut, membuat aktivitas yang dilakukan oleh para pemimpin Negara, politisi maupun para pengambil kebijakan publik tidak dapat dipisahkan dengan peran media. Di sisi lain, media dapat menyebarluaskan informasi dan ide-ide baru kepada para pengambil keputusan, sebaliknya para pejabat pemerintah,politisi dan nusahawan menjadikan media sebagai saluran untuk memperkenalkan gagasan-gagasan mereka kepada anggota masyarakat atau khalayak. Begitu besarnya pengaruh media dalam pembentukan pendapat umum atau opini publik maka kebanyakan orang Amerika percaya bahwa media memiliki pengaruh yang tinggi dalam pembentukan pendapat umum tersebut.

Kehebatan media dalam memengaruhi pendapat umum bisa dilihat dalam perang teluk, bagaimana Amerika berusaha menarik simpati agar dunia bisa memberi dukungan terhadap invasi yang dilakukannya di Irak. Apa yang terjadi di irak bukan saja genjatan senjata, melainkan pertempuran informasi antara stasiun-stasiun yang pro dengan amerika dan inggris dengan stasiun yang pro perjuangan Irak. Stasiun televisi Aljazeera berusaha mengimbangi pemberitaan stasiun-stasiun pro barat, sehingga televise tersebut dijadikan sebagai target sasaran bom untuk menghentikan siaran-siarannya yang bisa membentuk pendapat umum secara sepihak.

Di Indonesia, juga terjadi berbagai macam perang opini melalui media massa, baik melalui media elektronik, cetak maupun media online. Penggiringan opini publik atau pendapat umum dilakukan sebagai metode untuk  menarik simpati dan dukungan masyarakat, yang hasilnya terkadang membuat masyarakat menjadi bingung dalam menentukan sikap dan keyakinannya terhadap isu-isu tertentu.

Selain itu, media juga rutin melakukan survey berupa jajak pendapat, namun kepercayaan masyarakat terhadap survey media massa tampaknya belum begitu tinggi dibandingkan dengan lembaga survey. jajak pendapat yang dilakukan oleh stasiun-stasiun televisi kurang mendapat perhatian masyarakat karena diduga sebagai hasil rekayasa.

Referensi :
Cangara, H. Hafied. 2014. Komunikasi Politik (Konsep, Teori dan Strategi). PT RajaGrafindo Persada: Jakarta.


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers