Organisasi modern harus dilihat
sebagai sistem penghasil pesan yang memiliki beberapa motivasi pendorong untuk
mengarahkan komunikasi organisasi. Orang berkomunikasi dikarenakan mereka ingin
mencapai beberapa tujuan. Terdapat Beberapa aktifitas komunikasi organisasi telah digarisbawahi . Salah Satu
klasifikasinya terdiri dari tiga hal yaitu :
Ekstetrnal Operasiional, Personal dan Unternal Operasional.
Dalam
komunikasi organisasi memiliki beberapa konsekuensi atau dampak yang bisa
terjadi karena kesalahan komunikasi yang terbangun maupun efek positif dari
komunikasi tersebut diantaranya Dampak dari setiap komunikasi tertentu tergantung
pada harapan yang sudah ada sebelumnya dan motif dari orang-orang berkomunikasi, Dampak komunikasi
manajer dengan karyawan tergantung pada hubungan antara mereka dan pada
seberapa memadai hubungan ini memenuhi kebutuhan karyawan, komunikasi tertentu sangat tergantung pada perasaan
sebelum dan sikap komunikator miliki terhadap satu sama lain, dan pengaruh komunikasi manajer dengan karyawan tergantung
pada besarnya dukungan yang diterima oleh karyawan melalui keanggotaan pada
kelompok tersebut.
Terdapat
tiga dasar teori organisasi dan dampaknya terhadap komunikasi dapat diurutkan
sebagai berikut : 1). Pemikiran Klasik (1910-1929), model teori dalam pemikiran
klasik ini adalah model komunikasi satu arah, yaitu hanya atasan atau manager
yang harus diikuti tanpa mau mendengar keluhan ataupun masalah yang dihadapi
oleh bawahannya, dalam model ini, hanya berfokus pada bagaimana tujuan dari
organisasi ini dapat tercapai. 2). Hubungan Manusia (1939-1959), model ini lebih
menitikberatkan pada komunikasi interpersonal atau hubungan horizontal yang
dibangun antara sesame karyawan atau bawahan, dalam teori ini lebih
mengedepankan sisi kamanusiaan dalam melaksanakan fungsi suatu lembaga atau
organisasi dalam upaya mencapai suatu tujuan. 3). Sistem (1960-sekarang) dasar
teori organisasi yang ketiga ini merupakan penggabungan antara pemikiran klasik
atau komunikasi satu arah dengan Hubungan manusia. Bahwa dalam mencapai suatu
tujuan dalam organisasi harus mengikuti instruksi pimpinan dengan memperhatikan
sisi kemanusiaan karyawan bawahannya.
Pada
dasarnya, Dalam kaitannya dengan Pemikiran atau Teori Klasik ini ada beberapa
hal yang harus diperhatikan yaitu Setiap organisasi
harus memiliki serangkaian tujuan yang jelas ke arah mana ia bergerak. Selain
itu, setiap posisi atau subkelompok organisasi harus memiliki tujuan yang
terkait dengan seluruh tujuan, setiap organisasi harus membentuk spesialisasi
tugas, Ada dua konsep dasar yang perlu diimplifikasi di bawah
prinsip ini: pembagian kerja dan tugas atau spesialisasi kerja, dalam
organisasi juga harus melakukan penugasan sejenis, Prinsip ini mengasumsikan
bahwa efisiensi organisasi akan dihasilkan dengan cara menugaskan seseorang
dengan keahlian tertentu pada pekerjaan yg membutuhkan keterampilan tersebut,
dan yang terakhir adalah koordinasi usaha, yaitu Jika sebuah kelompok bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan bersama,
maka harus ada seseorang
mengkoordinasikan usaha kerja tersebut. Selain itu, Setiap organisasi membutuhkan seseorang di tingkat yang mengarahkan
kegiatan harian organisasi tersebut, dan setiap anggota organisasi harus secara
langsung dipengaruhi oleh individu tersebut.
efisiensi akan meningkat jika setiap unit dalam
organisasi memiliki aktivitas tunggal untuk seperangkat aktifitas kerja yang
direncanakan dan diarahkan oleh supervisor.
Selanjuta
pada teori Hubungan Manusia atau Teori Perilaku menjabarkan bahwa Struktur
formal memaksa orang untuk menjadi apatis terhadap pekerjaan mereka dan
melakukan seminimal mungkin hal yg harus mereka lakukan. Prinsip tradisional
tersebut tidak lagi mewakili inti manajemen, melainkan hanya sebuah bagian
kecil dari pemikiran manajerial. Pimpinan yang menganut teori klasik organisasi
membuat para pekerjanya terlalu bergantung, menjadi pasif, dan subordinat
terhadap mereka. Kritik utama terhadap teori klasik adalah bahwa teori klasik
lebih menekankan pada universalitas, dan tidak melihat pada kontingensi Pada tahun 1930-an reaksi terhadap kondisi mekanis dari
manajemen mulai mencuat. Hal ini ditandai dengan penekanan pada hubungan
manusia yang lebih baik dan penolakan hipotesis tradisional. Di dalam
penelitian tersebut dikumpulkan bukti menyangkut tingkah laku pekerja, moril,
kelompok kerja informal, dan hubungan sosial. Hasil akhir dari eksperimen Hawthorne, pandangan sistem sosial daripada organisasi. Pemisahan
pekerja dan tujuan ekonomis semata dari teori klasik digantikan oleh pandangan
bahwa orang-orang menginginkan metode penghidupan dalam hubungan sosialnya
dengan orang lain dan sebuah fungsi serta nilai ekonomi untuk sebuah kelompok Lewin mengembangkan metode yang disebut "dinamika
kelompok" dan menciptakan sebuah tonggak penting bagi perkembangan
pemikiran manajemen yang menunjukkan: Bahwa kelompok-mereka yang demokratis yang
memungkinkan partisipasi anggota (komunikasi dua arah) dalam membuat
keputusan-lebih memuaskan.
Ia mengidentifikasi fungsi gatekeeping. Sebuah
gatekeeper dapat digambarkan sebagai anggota kelompok yang membantu orang lain
untuk menjadi terlibat (misalnya partisipasi bawahan sering tergantung pada
undangan oleh atasan untuk memberikan kontribusi pemikiran).
Pada
teori yang ketiga atau teori sistem yang hingga saat ini masih dipergunakan
oleh hampir semua organisasi di dunia, menjabarkan bahwa Sistem menunjukkan setiap set elemen yang saling terkait yang membentuk
suatu kesatuan yang utuh atau kompleks, Namun karena
sistem menurut definisi memerlukan keterkaitan antara bagian-bagian untuk
membentuk keseluruhan, sistem arus informasi memberikan informasi melalui
berbagai subsistem dan memerlukan mekanisme umpan balik, Scott
membandingkan teori organisasi dengan teori sistem secara umum karena keduanya
sama-sama mempelajari : 1). Bagian-bagian (individu) dalam keseluruhan, dan gerakan
individu masuk dan keluar dari sistem. 2). Interaksi individu dengan lingkungan sistem. 3). Interaksi antara individu-individu dalam sistem. 4). Pertumbuhan dan keseimbangan permasalahan umum di dalam sistem.
0 comments:
Post a Comment