Materi Ilmu Sosial dan Humaniora

Wednesday, 19 March 2014

Teori Penetrasi Sosial



Teori Penetrasi sosial merupakan bagian dari teori komunikasi interpersonal yang menggambarkan sertra menguraikan hubungan antar dua individu atau lebih berkembang dari asalanya yang dangkal atau tidak intim, menjadi lebih personal atau lebih intim.

Dasar Teori Penetrasi Sosial
Pada tahun 1973 teori penetrasi sosial ini dikembangkan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor. Adapun asumsi dasar dari teori penetrasi sosial ini adalah : ketika suatu hubungan tertentu antar individu menjadi berkembang,  maka komunikasi akan mengalami pergeseran dari asalanya yang dangkal atau tidak intim, menjadi lebih personal atau lebih intim.

Perlu digarisbawahi bahwa Teori Penetrasi Sosial tetap memiliki batasan permanen yang menjaga kedekatan hubungan antara individu-individu yang menjalin interaksi. Seperti halnya jika individu terlalu membuka privasinya, maka diwaktu mendatang akan sulit untuk menjaga privasi individu tersebut. Karena ketika informasi diri yang sangat privasi diungkapkan, maka proses menutupi kembali hal-hal yang bersifat privasi akan sangat sulit dilakukan, dan akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukannya.

Konsep Untung Rugi dalam Teori Penetrasi Sosial
Thibaut dan Kelley mengembangkan dengan menganalisis konsep untung rugi dalam menelaah suatu interaksi sosial dalam teori penetrasi sosial pada teori pertukaran sosial (Sosial exchange). Dalam kajian ini, Thibaut dan Kelley lebih berkosentrasi pada hasil interaksi sosial, kepuasan dalam interaksi Sosial, dan stabilitas interaksi Sosial. Teori penetrasi Sosial berasumsi bahwa kedekatan suatu hubungan tergantung pada analisis untung rugi yang akan diperoleh seseorang.

Hasil berupa ganjaran untung rugi yang diistilahkan oleh Thibaut dan Kelley mengasumsikan bahwa orang akan memprediksi hasil yang diperolehnya terlebih dahulu sebelum melakukan suatu interaksi dengan orang lain. Dalam konsep yang dikemukakan oleh John Stuart Mill bahwa dalam suatu interaksi orang akan lebih memaksimumkan keuntungan dan meminumkan kerugian (minimax principle).

Dalam teori pertukaran Sosial, para ahli mengasumsikan bahwa orang dapat mengukur secara akurat hasil yang diperoleh dari beragam interaksi dan orang mampu memilih satu tindakan yang akan memberikan hasil terbaik. Suatu hubungan dapat diukur melalui Mengukur kepuasan hubungan dan Mengukur stabilitas hubungan.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Followers